Fakta Honda PCX Electric Yang Belum Diketahui

Mar 16, 2021 By Astra Motor Category : Info

Mulai awal tahun, Astra Honda Motor memanfaatkan momentum tersebut untuk merilis PCX Electric. Sayang meski sudah disediakan di pasar Indonesia, namun PCX Electric tak tersedia untuk umum, lantaran ini masih dalam bentuk sewa, belum ada penjualan.

Hal ini juga digunakan Honda Jepang untuk merilis PCX Electric pada publik. Teknologi baterai yang masih terlalu mahal untuk motor ini serta menjaga dampak lingkungan menjadikan mereka untuk lebih memilih menyewakan terlebih dahulu dan belum melepas kepemilikan. Harga sewanya pertahun mencapai lebih dari Rp 24 juta dengan masa sewa harus di atas 1 tahun.

PCX Electric dilengkapi dengan dua buah baterai Lithium-ion dengan kapasitas total 20,8 Ah, motor ini memiliki tugas multifungsi di masa depan. Terdapat komponen bernama Mobil Powe Pack, komponen ini bisa dilepas pasang untuk menyediakan tenaga listrik di beragam perangkat. Pengisian juga bisa langsung (onboard) maupun dengan melepas masing-masing baterai.

Lewat dua baterai itu, PCX Electric mampu mengolahnya menjadi tenaga maksimum yang 4,2 kW atau setara 5,7 PS. Namun, perhatikan torsinya, mencapai 18 Nm, alias torsinya paling besar dari semua lini. Harusnya, performanya sangat baik sebagai moda berkendara ke berbagai kota.

Meski potensi PCX Electric saat ini masih terbatas, inovasi yang dihadirkan Honda tetap patut diapresiasi. Seiring naiknya minat masyarakat atas kendaraan listrik, membuat teknologi industri kreatif memproduksi motor listrik.

Style Luxurious Ala Honda PCX 2020

Honda PCX generasi ketiga di Indonesia hadir dengan gaya Sophisticated & Luxurious yang nyaman dan mewah. Namun, desain PCX Electric ini punya aura yang sporty dan trendy. PCX Electric memiliki desain seperti sayap yang membentang, sistem pencahayaan yang baik di depan maupun belakang telah memakai teknologi LED. Pengendara juga disuguhkan instrument cluster dengan gaya full digital khas skuter premium.

Saat sesi test ride di 2018 lalu, PCX ini punya kelebihan pada handling yang lincah dan presisi ketika bermanuver zigzag. Rahasia lincahnya pengendalian dari PCX yaitu karena wheelbase yang lebih pendek, kini dengan ukuran 1.313 mm sehingga mempermudah pengendalian bagi pengendara. Frame juga baru dengan New Cover Stay berbahan resin, membuat bobotnya berkurang 2,4 kilogram.

Sebelum hadirnya Yamaha NMax 2020, Honda PCX lah yang menjadi pelopor pengguna lampu hazard di segmen skutik premium di Indonesia. Fitur ini dapat digunakan untuk memberi sinyal tanda bahaya terutama kepada pengendara di belakang.

Mesin 150 cc Legendaris, Juga Dipakai Vario dan ADV

Bukan rahasia lagi bila pabrikan kendaraan biasanya memakai satu basis mesin untuk beberapa model. Hal inipun dilakukan oleh AHM (Astra Honda Motor) untuk menggarap Honda PCX Electric, dengan memakai basis mesin yang sama seperti Vario 150. Sekalipun basis mesinnya sama, bukan berarti karakter output tenaganya juga sama.

Mesin PCX standar memiliki perbandingan diameter X langkah 57,3 x 57,9 mm menghasilkan tenaga maksimum 10,8 kW (14,7 PS) / 8.500 rpm dan torsi 13,2 N.m (1,35 kgf.m) / 6.500 rpm. Adapun PCX Electric punya tenaga yang paling rendah yaitu  menghasilkan output maksimum 4.2kW sejak putaran rendah.

Untuk PCX versi hybrid, tenaganya lebih besar berkat adanya motor listrik. Tenaga tambahan berasal dari motor listrik sebesar 1,4 KW / 3.000 rpm dan torsinya 4,3 N.m / 3.000 rpm.

Nah, sampai disini apakah Anda tertarik untuk memiliki PCX Electric?